MAKALAH
JAHE (Zingiber officinale) DALAM AL QUR’AN
Di susun untuk memenuhi Tugas Tumbuh – tumbuhan dalam al Qur’an
Mata Kuliah Taksonomi Tumbuhan Tinggi

Dosen Pengampu :
Drs. Sulisetijono, M. Si
Ainun Nikmati Laily, M. Si

Oleh :
Exma Mu’tatal Hikmah 10620098
Biologi C

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
2012

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah atas limpahan Rahmat, Taufiq, serta Hidayah Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah kami yang berjudul “Jahe (Zingiber officinale) dalam al Qur’an”.
Shalawat serta salam semoga terlimpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang telah banyak memberikan informasi kepada penulis sehingga terselesaikan tugas makalah ini. Makalah ini kami buat untuk mengetahui tentang ayat al Qur’an yang menyebutkan tentang jahe, kandungan dan manfaat jahe serta untuk memenuhi tugas mata kuliah Taksonomi Tumbuhan Tinggi.
Kami menyadari bahwa dalam makalah ini masih terdapat kekurangan dan kekhilafan. Oleh karena itu, kepada para pembaca dan para pakar, kami mengharapkan saran dan kritik konstruktif demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini benar-benar bermanfaat bagi semua pihak.

Malang, 05 Juni 2012

Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan
BAB II PEMBAHASAN
A. Deskripsi Tumbuhan
B. Ayat al Qur’an
C. Penafsiran
D. Manfaat
E. Cara Pengobatan dengan Jahe
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sejak zaman dahulu, orang – orang pada masa itu telah banyak memanfaatkan tumbuh – tumbuhan di sekitarnya, selain untuk obat juga untuk keperluan lainnya seperti pada kesehatan, gaya hidup, dan lain sebagainya. Namun, pada masa itu keilmuan belum berkembang pesat seperti saat ini, baik penggalian keilmuan dari teori secara sains dan medis juga secara religius dalam al Qur’an.
Sebagai seorang yang berpendidikan calon scientist muslim, sudah menjadi kewajiban kita untuk menelaah apa yang ada di samping kita dari sisi teori sains dan keagamaan. Dari dua sisi tersebut kemudian dapat diintegrasikan dan akan menghasilkan keilmuan yang luar biasa.
Semua tumbuh – tumbuhan yang ada ini bukanlah tidak mempunyai manfaat, namun pada masa ini seiring berkembangnya teknologi, manusia seakan lupa bahwa ada yang Maha Mengetahui, dan semua itu bukan berarti tidak termuat dalam al Qur’an.
Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Al – Qur’an Surat Al-anbiya’ ayat 16 :

Artinya: “ Dan kami tidak menciptakan langit dan bumi dan segala apa yang ada diantara keduanya dengan main-main”.
Maka pada makalah ini akan dibahas salah satu spesies tumbuhan yaitu jahe (Zingiber officinale) yang ada dalam al Qur’an beserta pembahasan manfaatnya, agar mengetahui deskripsi dan manfaat secara rinci dari tumbuhan tersebut serta mampu mensyukuri ni’mat – Nya.

B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah pada pembahasan ini adalah :
1. Bagaimana sistematika dan deskripsi spesies tumbuhan jahe (Zingiber officinale)?
2. Apa ayat al Qur’an yang menyebutkan tentang jahe (Zingiber officinale)?
3. Bagaimana pendapat para Ulama’ terkait penafsiran ayat al Qur’an yang menyebutkan tentang jahe (Zingiber officinale)?
4. Apa manfaat yang dapat digunakan dari tumbuhan jahe (Zingiber officinale)?

C. Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai setelah pembahasan ini adalah :
1. Mampu menjelaskan sistematika dan deskripsi spesies tumbuhan jahe (Zingiber officinale)
2. Mampu mengetahui ayat al Qur’an yang menyebutkan tentang tumbuhan jahe (Zingiber officinale)
3. Mampu mengetahui pendapat para Ulama’ terkait penafsiran ayat al Qur’an yang menyebutkan tentang jahe (Zingiber officinale)
4. Mampu mengetahui manfaat yang dapat digunakan dari tumbuhan jahe (Zingiber officinale)

BAB II
PEMBAHASAN
A. Deskripsi Tumbuhan
1. Gambar Spesies

2. Sistematika Taksonomi
Sistematika taksonomi Mentimun menurut Dasuki (1991) adalah :
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Bangsa : Zingiberales
Suku : Zingiberaceae
Marga : Zingiber
Spesies : Zingiber officinale Rosc.
3. Nama umum
Indonesia: Jahe
Inggris: Ginger
Melayu: Helia, halia, aliya
Vietnam: Cay gung
Thailand: Khing
Pilipina: Luya, laya, giya
Cina: Jiang
Jepang: Shouga
4. Deskripsi
Jahe (Zingiber officinale), merupakan tanaman rimpang yang populer sebagai rempah-rempah dan bahan obat. Rimpangnya berbentuk jemari yang menggembung di ruas-ruas tengah. Rasa dominan pedas disebabkan senyawa keton bernama zingeron (Budiman, 2011 : 43).
Tanaman herba semusim, tegak, tinggi 40-50 cm. Batang semu, beralur, membentuk rimpang, warna hijau. Daun tunggal, bentuk lanset, tepi rata, ujung runcing, pangkal tumpul, warna hijau tua. Bunga majemuk, bentuk bulir, sempit, ujung runcing, panjang 3,5-5 cm, lebar 1,5-2 cm, mahkota bunga bentuk corong, panjang 2-2,5 cm, warna ungu. Buah kotak, bulat panjang, warna cokelat (Budiman, 2011 : 43).
Batang jahe merupakan batang semu dengan tinggi 30 hingga 100 cm. Akarnya berbentuk rimpang dengan daging akar berwarna kuning hingga kemerahan dengan bau menyengat. Daun menyirip dengan panjang 15 hingga 23 mm dan panjang 8 hingga 15 mm. Tangkai daun berbulu halus. Bunga jahe tumbuh dari dalam tanah berbentuk bulat telur dengan panjang 3,5 hingga 5 cm dan lebar 1,5 hingga 1,75 cm. Gagang bunga bersisik sebanyak 5 hingga 7 buah. Bunga berwarna hijau kekuningan. Bibir bunga dan kepala putik ungu. Tangkai putik berjumlah dua. Jahe tumbuh subur di ketinggian 0 hingga 1500 meter di atas permukaan laut, kecuali jenis jahe gajah di ketinggian 500 hingga 950 meter Untuk bisa berproduksi optimal, dibutuhkan curah hujan 2500 hingga 3000 mm per tahun, kelembapan 80% dan tanah lembab dengan PH 5,5 hingga 7,0 dan unsur hara tinggi. Tanah yang digunakan untuk penanaman jahe tidak boleh tergenang Jahe tumbuh subur di ketinggian 0 hingga 1500 meter di atas permukaan laut, kecuali jenis jahe gajah di ketinggian 500 hingga 950 meter. Untuk bisa berproduksi optimal, dibutuhkan curah hujan 2500 hingga 3000 mm per tahun, kelembapan 80% dan tanah lembap dengan PH 5,5 hingga 7,0 dan unsur hara tinggi. Tanah yang digunakan untuk penanaman jahe tidak boleh tergenang. (Budiman, 2011 : 43).

B. Ayat al Qur’an
Allah berfirman dalam QS al Insan ayat 17 :

“Di dalam syurga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe” (QS 76 : 17).

C. Penafsiran
Para Ulama’ telah banyak menafsirkan makna ayat ini, namun kebanyakan berpendapat bahwa yang dimaksud di dalam ayat ini adalah minuman surga yang di campur zanjabil (jahe).
Dalam Tafsir Nurul Qur’an oleh Sayyid Kalam Faqih, beliau mengutip dari perkataan Ibnu Abbas bahwa : “Kenikmatan – kenikmatan yang telah disebutkan Allah dalam al Qur’an adalah yang namanya kita kenal. Misalnya, Dia menyebutkan “minuman segar di campur zanjabil”, zanjabil adalah nama untuk jahe, yaitu tanaman akar – akaran yang aromanya sangat disukai oleh orang arab (Faqih, 2006 : 52).
Perlu diketahui bahwa kehidupan akhirat itu sangat berbeda dengan kehidupan dunia ini. Kenikmatan yang disebutkan di dalam ayat ini juga ayat lain hanyalah sebagian kecil, dan merupakan keberuntungan bagi manusia. Dan menurut beberapa riwayat, bahkan ada nikmat yang belum pernah terlihat, terdengar dan terbayang di dalam fikiran (Faqih, 2006 : 52).
Sedangkan menurut Quraish Shihab dalam Tafsir al Mishbah, bahwa pada ayat ini, para penghuni surga disuguhi dengan minuman yang campurannya adalah jahe, dan jahe disini bukanlah seperti jahe duniawi. Jahe itu dari sebuah mata air di surge yang dinamai atau cirri sifatnya adalah salsabil, yang dijelaskan pada ayat selanjutnya (Shihab, 2004 : 663).
Abu Sa’id Khuduri r.a meriwayatkan, “Raja Romawi pernah menghadiahkan sekantong jahe kepada Rasulullah SAW, lalu beliau memberikan sepotong jahe itu kepada setiap orang. Belioau juga memberikan sepotong kepadaku.” Hadits ini menceritakan bagaimana jahe merupakan tumbuhan yang aromanya amat disenangi orang arab (Savitri, 2009 : 259).

D. Manfaat
Jahe mengandung satu sampai empat persen minyak atsiri dan oleoresin. Komposisi minyak yang tergantung dari geografi tanaman berasal. Kandungan utama yaitu Zingiberene, acucumene, sequiphellandrene dan bisabolene (Basyier, 2011 : 355).
Manfaat jahe secara umum adalah, terutama sebagai bahan minuman, bumbu masak dan obat.jahe telah dibuktikan memiliki efek antimikrob (membunuh bakteri), antifungal (melawan jamur), antioksidan, antiimflamasi (melwan peradangan), bersifat imunomodulator (meningkatkan kekebalan), analgesik(menghilangkan rasa nyeri), dan memiliki efek perlindungan terhadap saluran pencernaan. Sedangkan secara klinik, efek yang paling nyata dari jahe adalah untuk menghilangkan gejala mual pada perempuan hamil. Untuk efek yang lainnya misalnya mencegah mual setelah operasi, mencegah mabuk karena perjalanan, dan sakit karena osteoartitis (radang sendi) (Noviana, 2009 : 319).
Manfaat Jahe diantaranya adalah (Santoso, 2009 : 29 – 32) :
1. Menurunkan tekanan darah (hipertensi). Hal ini karena jahe merangsang pelepasan hormon adrenalin dan memperlebar pembuluh darah, akibatnya darah mengalir lebih cepat dan lancar dan memperingan kerja jantung memompa darah.
2. Membantu pencernaan, karena jahe mengandung enzim pencernaan yaitu protease dan lipase, yang masing-masing mencerna protein dan lemak.
3. Mencegah tersumbatnya pembuluh darah. Gingerol pada jahe bersifat antikoagulan, yaitu mencegah penggumpalan darah. Jadi mencegah tersumbatnya pembuluh darah, penyebab utama stroke, dan serangan jantung.
4. Mencegah mual, karena jahe mampu memblok serotonin, yaitu senyawa kimia yang dapat menyebabkan perut berkontraksi, sehingga timbul rasa mual. Termasuk mual akibat mabuk perjalanan.
5. Membuat lambung menjadi nyaman, meringankan kram perut dan membantu mengeluarkan angin.
6. Menetralkan radikal bebas. Jahe juga mengandung antioksidan yang membantu menetralkan efek merusak yang disebabkan oleh radikal bebas di dalam tubuh.
7. Pereda rasa sakit yang alami dan dapat meredakan nyeri rematik, sakit kepala, dan migren. Caranya, minum wedang jahe 3 kali sehari. Bisa juga minum wedang ronde, mengulum permen jahe, atau menambahkan jahe saat pada soto, semur, atau rendang.
8. Daun jahe juga berkhasiat, sebagai obat kompres pada sakit kepala dan dapat dipercikan ke wajah orang yang sedang menggigil. Caranya dengan ditumbuk dan diberi sedikit air dapat dipergunakan sebagai obat kompres pada sakit kepala dan dapat dipercikan ke wajah orang yang sedang menggigil.
9. Memperkuat pencernaan makanan dan mengusir gas di dalamnya, mengobati hati yang membengkak, batuk dan demam. Caranya dengan menumbuk rimpang lalu direbus dalam air mendidih selama lebih kurang ½ jam, kemudian diminum airnya.
10. Mengobati rematik. Siapkan 1 atau 2 rimpang jahe. Panaskan rimpang tersebut di atas api atau bara dan kemudian ditumbuk. Tempel tumbukan jahe pada bagian tubuh yang sakit rematik. Cara lain adalah dengam menumbuk bersama cengkeh, dan ditempelkan pada bagian tubuh yang rematik.
11. Mengobati luka karena lecet, ditikam benda tajam, terkena duri, jatuh, serta gigitan ular. Caranya rimpang jahe merah ditumbuk dan ditambahkan sedikit garam. Letakkan pada bagian tubuh yang terluka.
12. Mengobati gatal karena sengatan serangga. Caranya dengan menumbuk rimpang lalu digunakan sebagai obat gosok.
13. Mengobati luka bekas gigitan ular beracun. Caranya dengan menumbuk rimpang dan diberi sedikit garam, kemudian ditempelkan pada luka bekas gigitan ular beracun (hanya sebagai pertolongan pertama sebelum penderita dibawa ke dokter).
Selain manfaat untuk orang dewasa, jahe juga mempunyai manfaat untuk bayi., diantaranya adalah (Dzira, 2008) :
1. Kandungan minyak atsiri, zingiberen, zingerol, dan resin yang terdapat pada obat tradisional jahe dapat memberikan rasa hangat pada tubuh bayi. Sehingga bayi akan merasa nyaman dan rileks. Pemanfaatan jahe untuk bayi sebagai penghangat tubuh, sangat baik dilakukan pada saat musim dingin, hal tersebut dapat mencegah terjadinya penurunan suhu tubuh bayi secara drastis, saat terjadinya musim dingin.
2. Jahe mempunyai zat aktif yang dapat menambah nafsu makan bayi.
3. Enzim protease dan enzim lipase pada jahe dapat mencerna lemak dan protein dengan baik. Hal tersebut membantu proses penyerapan makanan pada saluran pencernaan bayi, sehingga lambung bayi menjadi lebih sehat.
4. Jahe dapat melancarkan sistem aliran darah pada tubuh, hal tersebut dapat meringankan kerja jantung bayi. Sehingga bayi akan terlihat tenang dan rileks.
5. Kandungan gliserol pada jahe dapat mencegah perut mual dan muntah-muntah pada bayi.
6. Air perasan jahe dapat dijadikan sebagai obat tradisional yang baik untuk mengatasi beberapa penyakit yang sering terjadi pada bayi seperti masuk angin, batuk, pilek, influenza, diare dan radang tenggorokan
7. Air perasan jahe dapat bermanfaat sebagai antioksidan bagi tubuh bayi, sehingga kesehatan tubuh bayi akan lebih stabil.

E. Cara Penggunaan Obat dengan Jahe
Beberapa contoh pengobatan dengan jahe adalah pada penyakit (Basyier, 2011 : 357 – 359) :
1. Hepatitis B
2. Rematik
3. Luka atau Lecet
4. Gigitan Ular
5. Masuk angin
6. Sakit kepala biasa atau migraine
7. Mencegah mabuk kendaraan
8. Anggota tubuh terkilir atau keseleo
9. Bercak putih pada kulit karena kekurangan pigmen
10. Cacingan
Adapun tatacara pengobatan menggunakan jahe adalah (Noviana, 2009 : 319) :
1. Sariawan
Rebus jahe segar (800 gr) dan masukkan ke dalam mangkok yang siap digunakan. Gunakanlah rebusan air jahe hangat tersebut untuk berkumur, 2-3 kali sehari. Enam hingga sembilan kumuran akan memiliki hasil yang luar biasa.
2. Periodontitis
Kumur mulut dengan air jahe hangat pada pagi dan malam hari. Jika tenggorokan terasa sakit atau gatal, jahe hangat dapat ditambahkan garam dan gunakan 2-3 kali sehari.
3. Kerusakan gigi
Kumurlah mulut dengan jahe hangat pagi dan malam hari. Minum air jahe sebagai minuman sehari-hari dapat membantu mencegah dan meringankan gejala tersebut.
4. Migren
Rendam tangan dalam air jahe hangat selama 15 menit. Cara semacam ini dapat membantu meringankan rasa sakit.

5. Mabuk
Minumlah air jahe hangat. Ketika seseorang mabuk, air jahe akan meningkatkan sirkulasi untuk membantu menghilangkan etanol dari tubuh. Dapat pula ditambahkan madu untuk meningkatkan rasa.
6. Jerawat
Cuci wajah dengan air jahe hangat pagi dan malam hari. Kondisi ini akan dapat meringankan bahkan menghilangkan jerawat dalam waktu 60 hari. Cara ini dapat pula diterapkan untuk menghilangkan bintik-bintik hitam dan kulit kering.
7. Ketombe
Gosoklah jahe mentah ke dalam rambut. Kemudian bilas dengan air jahe hangat. Metode ini juga dapat membantu mencegah rambut rontok. Di sejumlah toko di Tiongkok, mereka memiliki cara khusus menggunakan air jahe hangat untuk mencuci rambut. Banyak orang telah menikmati perawatan ini dengan hasil yang baik. Mencuci rambut dengan air jahe merupakan resep kuno peninggalan nenek moyang.
8. Nyeri Pinggang dan Punggung
Tambahkan sedikit garam dan cuka ke dalam air jahe hangat. Rendamlah handuk dengan air ini. Kemudian bilas dan tempel pada tempat yang terasa sakit. Ulangi beberapa kali. Metode ini dapat melemaskan otot dan membantu sirkulasi darah sehingga mengurangi rasa sakit.
9. Kaki Bau
Tambahkan garam dan cuka ke dalam air jahe hangat. Rendam kaki selama 15 menit. Kemudian keringkan kaki dengan handuk lalu taburkan bedak talk.
10. Tekanan darah tinggi
Rendam kaki dalam air jahe hangat selama 15 menit. Metode ini membantu sirkulasi darah dengan cara refleksologi untuk menurunkan tekanan darah.
11. Pilek
Rendam kaki hingga ke pergelangan dalam air jahe panas. Tambahkan garam dan cuka serta tambahkan air hangat secara terus menerus. Rendam sampai kaki berubah menjadi merah, metode ini juga baik untuk menghilangkan sakit kepala dan batuk

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Tumbuhan jahe (Zingiber officinale) merupakan salah satu tumbuhan yang terdapat dalam al Qur’an. Tumbuhan ini dimaksudkan untuk menggambarkan keadaan surge yang penghuninya disuguhi minuman yang bercampur jahe (zanjabil) yang berbeda dengan jahe duniawi.
Kandungan jahe yang bermacam – macam dapat digunakan sebagai obat – obatan tradisional yang sudah terkenal sejak zaman dahulu. Di antaranya adalah hepatitis, rematik, luka, gigitan ular, masuk angin, sakit kepala (pusing), mencegah mabuk kendaraan, anggota tubuh terkilir atau keseleo, kekurangan pigmen, cacingan, dan lain sebagainya.
Dari pembahasan berbagai sumber, termasuk sumber ilmu tafsir, buku – buku kesehatan dan buku umum menunjukkan bahwa tidak ada pemetaan dalam keilmuan. Baik ilmu agama, sains merupaka suatu kesatuan ilmu yang tidak dapat terpisah – pisahkan, dan apa yang ada kini, telah tertulis dalam al Qur’an dan kita yang wajib untuk mengkajinya.

B. Saran
Sebaiknya di kaji lebih lanjut terkait penafsiran ayat yang menuliskan tentang jahe (Zingiber officinale) dalam al Qur’an dan lebih dalam mengupas integrasinya dengan ilmu sains dan kedokteran

DAFTAR PUSTAKA
———-. 2009. Al Qur’an dan Terjemahnya. Jakarta : Syaamil al Qur’an
Ahira, Anne. 2010. http://www.anneahira.com. Bandung : Diakses tanggal 19 Maret 2012
Basyier, Abu Umar. 2011. Kedokteran Nabi. Surabaya : Shafa Publika
Budiman, Hari. 2011. Pengobatan Herbal. Yogyakarta : Insan Media
Dasuki, Undang Ahmad. 1991. Taksonomi Tumbuhan Tinggi. Bandung : SITH ITB
Dzira, Nur. 2008. http://pondokibu.com/6417/manfaat-jahe-bagi-kesehatan-bayi/. Yogyakarta: Di akses tanggal 30 Mei 2012
Faqih, Allamah Kamal. 2006. Tafsir Nurul Qur’an Jilid 16 Edisi Bahasa Indonesia. Jakarta : Al Huda
Noviana, Ana. 2009 . Rahasia Tumbuhan Berkhasiat. Jakarta : Sinar Harapan
Santoso, Imam. 2009. Khasiat Jahe : Si Rimpang Ajaib. Jakarta : Lentera Media
Savitri, Evika Sandi. 2009. Rahasia Tumbuhan Berkhasiat Obat Perspektif Islam. Malang : UIN – Maliki Press
Shihab, M. Quraish. 2004. Tafsir al Mishbah Jilid 14. Jakarta : Lentera Hati

About these ads